Penerbit Bukan Monster Jahat

7:15 am Isi Buku, MBIG

Ups… jangan melotot dulu! Judul di atas bukan berasal dari pemikiran saya yang amat subjektif. Namun penulis terkenal Stephen King pun punya pemikiran yang sama. Dalam bukunya On Writing (Penerbit Qanita, 2005), ia mengatakan:

“Ada kecurigaan umum bahwa sebagian besar penulis pendatang baru berhasil menerbitkan novelnya  karena mereka punya hubungan dengan seorang penguasa di bisnis penerbitan. Asumsi dasarnya adalah bahwa penerbitan itu suatu bisnis keluarga yang besar, menyenangkan, tertutup, dan tidak mudah dimasuki pihak luar.Itu tidak benar. Juga salah kalau dikatakan bahwa para agen  itu suka meremehkan, orang-orang sok jagoan yang lebih baik mati daripada membiarkan tangannya yang tidak terbungkus sarung tangan menyentuh naskah yang tidak diinginkan (Ya, oke, ya, ada sedikit agen yang seperti itu). Para agen, penerbit, dan editor sebenarnya mencari penulis besar berikutnya yang berhasil menjual banyak buku dan menghasilkan banyak uang….” (Hal 347)

Jadi, salah kaprah pertama yang harus dibuang adalah pemikiran bahwa penerbitan merupakan dunia yang kejam dan sombong:

Begitu saya menyodorkan naskah, mereka akan segera tersenyum sinis, memandang naskah saya dengan sebelah mata, lalu mengucapkan kalimat yang amat menyakitkan, “Ngaca dulu dong, sebelum mengirim naskah ke sini!”

Saudara-saudara sekalian, sebagian besar orang penerbitan yang saya kenal justru merupakan manusia-manusia yang sangat ramah. Begitu saya memperkenalkan diri sebagai penulis - walau saya masih amat pemula, mereka segera memperlakukan saya dengan sangat ramah. Mereka penuh antusias menatap saya sambil berkata, “Ditunggu kiriman naskahnya, ya.”

Ketika menawarkan naskah ke penerbit, ketahuilah bahwa posisi kamu bukan seperti seorang pengangguran yang datang ke sebuah perusahaan dan menyembah-nyembah di depan manajer HRD  mereka agar kamu diberi pekerjaan apa saja.

Justru, bagi sebuah penerbit, penulis adalah mitra kerja. Seorang penulis seperti kamu – tak peduli apakah kamu masih sangat pemula atau sudah sangat hebat -  tak ubahnya seperti direktur perusahaan A, dan penerbit yang kamu datangi adalah perusahaan B. Kamu datang untuk menawarkan sebuah kerjasama bernama penerbitan buku. Seperti kerjasama pada umumnya, biasanya kedua pihak melakukan negosiasi, tawar-menawar, lalu tercapai sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan.

Kamu dan penerbit adalah mitra kerja. Posisi kalian sejajar. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.  Jadi, tak ada alasan bagi penulis – termasuk yang paling pemula sekalipun – untu minder atau malu atau ragu di depan penerbit. Kamu adalah direktur perusahaan A. Masa seorang direktur minder di depan calon mitra kerjanya?

========

Itulah kutipan bab 1 dari buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG) yang saya produksi secara indie label, atawa self publishing. Saat ini masih tersedia dalam bentuk fotokopian. Walau bentuknya mirip diktat, tapi insya Allah isinya sangat bermanfaat bagi para penulis yang ingin menerbitkan buku tapi belum tahu caranya.

Setelah membaca buku ini, Insya Allah kamu akan jauh lebih paham mengenai penerbitan, dan tahu harus melakukan apa agar buku kamu segera terbit.

Info lebih lanjut mengenai buku ini bisa dibaca di  http://www.naskahoke.com/mbig/

Thanks

Jonru

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.