MBIG mirip dengan buku lain?
July 13, 2007 11:07 pm Isi Buku, MBIG
Adakah buku lain yang mirip dengan MBIG? Ya, tentu saja ada. Dalam dunia penerbitan buku, tak ada salahnya jika kita menulis buku yang mirip dengan buku lain yang sudah duluan terbit. Yang penting, kita harus bisa membuat buku kita punya nilai lebih dibanding buku-buku lain.
Misalnya, isi buku kita lebih lengkap. Atau, buku kita dibahas dengan sudut pandang yang berbeda dari buku-buku sejenis. Atau, buku kita menampilkan fakta-fakta baru yang belum tersedia pada buku-buku lain.
Demikian seterusnya. Jadi, ketika kamu memutuskan untuk menulis buku yang temanya mirip dengan buku yang sudah dulua terbit, tak perlu ragu atau takut dicap menjiplak. Tulis sajalah dengan penuh keberanian.
Kembali ke pertanyaan awal, adakah buku lain yang mirip dengan MBIG? Jika ada, buku apakah itu?
Satu di antara buku yang mirip dengan MBIG adalah “Saya Bermimpi Menulis Buku” karya Bambang Trim, diterbitkan oleh Kolbu (group MQS Publishing). Saya bukan hendak menyaingi mas Bambang Trim, karena sebenarnya dia adalah sahabat saya, dan saya mendapatkan buku karangannya tersebut secara gratis langsung dari tangannya. Dia bahkan membubuhkan tanda tangan dan sedikit pesan agar saya terus bersemangat untuk menulis buku.
Saya menulis MBIG justru dengan sudut pandang yang berbeda dengan buku Mas Bambang Trim (BT).
Setelah membaca buku “Saya Bermimpi Menulis Buku”, saya berkesimpulan bahwa ada tiga perbedaan utama antara buku tersebut dengan MBIG:
- Buku BT berisi panduan MENULIS buku, sedangkan MBIG berisi panduan MENERBITKAN buku. Memang di buku BT ada ulasan tentang cara menerbitkan buku, tapi porsi “menulis buku” jauh lebih besar.
- Buku BT ditulis berdasarkan sudut pandang penerbit, sedangkan MBIG ditulis berdasarkan sudut pandang penulis. Di MBIG, saya memposisikan penerbit sebagai “pihak luar”. Sedangkan Mas Bambang Trim menempatkan penerbit sebagai “saya sendiri”.
- Buku BT berisi “provokasi” agar orang yang belum berminat menerbitkan buku menjadi tergerak dan bersemangat untuk menerbitkan buku. Sedangkan MBIG ditujukan bagi orang-orang yang memang sudah sangat ingin menerbitkan buku, tapi belum tahu caranya.
Pada buku MBIG, saya sama sekali tidak membahas masalah “kiat menulis buku”, karena sejak awal saya sudah memutuskan bahwa buku ini khusus membahas masalah “cara menerbitkan”, bukan “cara menulis”. Saya tak ingin memperlebar pembahasan kepada hal-hal di luar konsep buku ini, walau memang urusan “menulis” masih punya hubungan erat dengan “menerbitkan”.
Saya kira, prinsip seperti ini harus dipegang oleh setiap penulis buku, agar buku yang kita terbitkan nanti benar-benar unik, punya keunggulan tersendiri, walau di luar sana masih banyak buku sejenis yang ditulis oleh orang lain. Kita tak perlu takut bersaing, atau takut dituduh mengekor bahkan menjiplak.
* * *
Tulisan di atas - sebelum dikembangkan - diambil dari salah satu bab pada buku MBIG.
Jonru



