Kenapa Tidak Ditawarkan ke Penerbit?

4:23 pm Behind the Screen, MBIG

“Kalau naskah ini kamu tawarkan ke penerbit A, kemungkinan besar bakal diterima, deh.”

Itu adalah salah satu komentar - dari teman - yang saya terima seputar buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG). Dan masih banyak teman lainnya yang berkomentar sama. Mereka mungkin heran, kenapa saya memilih untuk menerbitkan buku ini secara indie label? Malah difotokopi pula seperti diktat. Kalau ditawarkan ke penerbit, kan lebih keren.

Ya, awalnya saya juga berpikir demikian. Tapi saya punya pertimbangan lain.

MBIG adalah buku tentang cara dan kiat menerbitkan buku. Sesuai temanya, saya berpikir bahwa buku ini SEHARUSNYA diterbitkan oleh penerbit yang telah terbukti profesional dalam bekerja. Artinya, buku ini akan SANGAT PANTAS bila diterbitkan oleh penerbit yang layak untuk diteladani oleh penerbit-penerbit lain.

Jika buku ini diterbitkan oleh penerbit yang cara kerjanya masih amburadul, tentu sangat aneh! Mereka menerbitkan sebuah buku yang berisi “ajaran-ajaran” yang belum mereka praktekkan, bahkan sering mereka langgar. Sangat ironis, bukan?

Karena itulah, saya akhirnya memutuskan untuk menerbitkan buku ini secara indie. Namun, tentu saja saya tidak menutup diri jika ada penerbit yang berniat menerbitkan buku ini. Tapi seperti yang saya sebutkan di atas, saya hanya akan menyerahkan naskah ini kepada penerbit yang benar-benar profesional dan patut diteladani.

Selain itu, saya juga ingin merasakan suka dukanya bisnis self publishing. Siapa tahu ini bisa menjadi pelajaran yang amat berharga.

Jonru

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.