Percetakan Suka Seenaknya Menetapkan Harga?

Behind the Screen, MBIG, Umum No Comments

Beberapa minggu belakangan ini, saya merasa seperti kembali ke masa silam, saat-saat saya masih menjadi pengurus pers mahasiswa. Saat itu, saya sering banget berurusan dengan percetakan. Bahkan setelah lulus kuliah, saya sempat bekerja di sebuah percetakan, sebagai staf setting/layout.

Setelah bekerja di Jakarta, boleh dibilang saya nyaris tak pernah lagi berhubungan dengan percetakan. Namun setelah menggeluti dunia self publishing, khususnya ketika saya menerbitkan buku MBIG, mau tidak mau saya harus berurusan lagi dengan yang satu ini.

Fakta menyedihkan yang saya temukan di dunia percetakan adalah: Begitu banyak pebisnis di bidang ini yang seenaknya menetapkan harga.

Wah, bagaimana bisa?

Baiklah, akan saya ceritakan pengalaman saya. Read the rest…

Kenapa Tidak Ditawarkan ke Penerbit?

Behind the Screen, MBIG No Comments

“Kalau naskah ini kamu tawarkan ke penerbit A, kemungkinan besar bakal diterima, deh.”

Itu adalah salah satu komentar - dari teman - yang saya terima seputar buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG). Dan masih banyak teman lainnya yang berkomentar sama. Mereka mungkin heran, kenapa saya memilih untuk menerbitkan buku ini secara indie label? Malah difotokopi pula seperti diktat. Kalau ditawarkan ke penerbit, kan lebih keren. Read the rest…